Aktivitas
Air (Akuatik) I : Gaya dada, Gaya bebas
Olahraga renang terdiri dari 4 gaya yaitu:
1. Gaya dada (katak)
2. Gaya bebas (crawl)
3. Gaya punggung (back crawl)
4. Gaya kupu-kupu
A. Gaya Dada
Gaya dada atau gaya katak adalah berenang dengan posisi dada menghadap
ke permukaan air, namun berbeda dari gaya bebas, batang tubuh selalu dalam
keadaan tetap. Kedua belah kaki menendang ke arah luar sementara kedua belah
tangan diluruskan ke depan. Kedua belah tangan dibuka ke
samping seperti gerakan membelah air agar badan maju lebih cepat ke depan.
Gerakan tubuh meniru gerakan katak sedang berenang sehingga disebut
gaya katak. Pernapasan dilakukan ketika mulut berada di permukaan air, setelah
satu kali gerakan tangan-kaki atau dua kali gerakan tangan-kaki.
Teknik
Dasar Renang Gaya Dada
1. Posisi Badan
Latihan teknik renang gaya dada yang pertama adalah latihan posisi badan ketika
meluncur. Caranya adalah ketika meluncur posisi badan dengan seluruh anggota
badan rileks, jangan sampai mengeluarkan tenaga lebih, badan harus horisontal,
waktu meluncur posisi badan relatif di atas dengan posisi kepala kira-kira 80 %
di dalam air dengan muka terangkat sedikit.
2. Mengapung dan Gerakan kaki
Latihan ini adalah bagi yang benar-benar belum dapat berenang. Latihan pertama
adalah mengapung dan latihan gerakan kaki. Bagaimana cara latihan mengapung
yang aman?
Teknik dasar mengapung dan gerakan kaki:
Sikap awal
- Kedua lengan/ tangan
berpegangan pada tepian kolam
- Tubuh dan kedua kaki lurus ke
belakang rata dengan permukaan air. Kepala atau muka menghadap ke depan.
Gerakan
Gerakan kaki
pada renang gaya dada terdiri dari dua bagian, yaitu gerakan perkembangan dan
gerakan tendangan. Cara melakukan gerakan itu adalah sebagai berikut:
- Dari posisi kedua kaki lurus
kebelakang kemudian kedua kaki dibengkokkan pada panggul dan lutut
dengan kedua tumit berdekatan.
- Sementara kedua tumit bergerak
mendekati pantat, ujung kaki dibengkokkan ke arah samping. Tumit dan lutut
direnggangkan berlahan-lahan.
- Setelah bengkok pada panggul
dan lutut mencapai maksimum barulah gerakan tendangan dimulai
- Pertama-tama dorongan tungkai
ke belakang dimaksudkan hanya untuk menempatkan ujung ke posisi yang
paling efektif untuk mendorong air ke belakang
- Dorongan ke belakang dilakukan
oleh kedua telapak kaki
- Kaki didorong keluar dan
kebelakang pada saat lutut diluruskan. Gerakan ini harus diluruskan.
Gerakan ini harus dilakukan dengan cepat dan kuat.
- Dorongan kebelakang dilakukan
oleh telapak kaki
- Kaki didorong keluar ke
belakang pada saat lutut diluruskan
- Gerakan berakhir dengan kedua
tungkai diluruskan ke belakang
3. Gerakan
lengan
Latihan gerakan lengan renang gaya dada dapat dilakukan sebagai berikut:
- Dalam keadaan badan bungkuk
berada di atas permukaan air, kedua tangan sejajar dengan bahu lurus ke
depan dan seluruh jari-jari tangan rapat.
- Muka berada dipermukaan air
- Sambil menahan air, tarik kedua
lengan ke arah samping bawah dengan siku lurus, kemudian pada saat siku di
bawah dada, segera kedua siku dibengkokkan sehingga membentuk sudut
kira-kira 45 derajat. Perlu diperhatikan pada saat menarik kedua lengan
gerakannya seperti mendayung dan melampaui garis bahu.
- Pada saat menarik kedua lengan,
telapak tangan menghadap ke samping dan ketika akan membentuk sudut, kedua
telapak tangan kembali menghadap ke bawah
- Kemudian kedua tangan ditarik
ke atas hingga di bawah dagu dengan telapak tangan menghadap ke bawah dan
ibu jari tengah rapat
- Setelah lengan kembali di bawah
dagu segera lengan kembali ke sikap permulaan
- Latihan dilakukan dengan
berulang ulang
- Setelah latihan sambil jongkok
atau membungkukkan badan di kolam yang dangkal telah dikuasai, latihan
dilanjutkan di kolam yang sedang dibarengi dengan gerakan meluncur
Jika di
analisa, teknik gerakan lengan pada renang gaya dada dapat dibagi menjadi dua,
yaitu gerakan menarik dan gerakan istirahat. Gerakan menarik yaitu
menarik kedua telapak tangan ke belakang dengan kuat sampai segaris dengan bahu
dan posisi siku yang tinggi. Gerakan istirahat yaitu setelah telapak
tangan dan kedua siku rapat di bawah dada, selanjutnya kedua tangan didorong
lurus ke depan. Pada saat posisi lengan lurus kedepan horizontal, gerakan ini
merupakan saat istirahat untuk lengan.
4. Gerakan
pengambilan napas
Teknik dasar
gerakan pernapasan
Sikap awal
- Berdiri di kolam dangkal,
bungkukkan tubuh rata dengan air
- Muka menghadap ke depan
diantara kedua lengan yang diluruskan ke depan
Gerakan
Pernapasan
- Pengambilan napas dilakukan
dengan mengangkat kepala ke atas sehingga mulut sejajar dengan permukaan
air
- Hal ini dimungkinkan karena
waktunya bersamaan dengan saat kedua lengan menekan air ke bawah dan
mendorong air ke dalam
- Ketika tangan sudah sampai di
bawah dagu dan akan diluruskan ke depan secara berlahan-lahan. Kepala
diturunkan dan udara dihembuskan di dalam air.
5. Teknik
Dasar Koordinasi Gerakan Renang Gaya Dada
Latihan
koordinasi gerakan renang gaya dada dilakukan secara terpadu dari semua unsur
yang ada pada renang gaya dada, yaitu mulai dari gerakan meluncur yang
dilanjtkan dengan gerakan kaki, lengan, dan pernapasan secara seksama.
Yang terpenting dari latihan koordinasi antara gerakan kaki dan gerakan
lengan. Gerakan kaki dan gerakan lengan adalah merupakan pengatur keseimbangan
dan tenaga penggerak atau pendorong. Latihan koordinasi renang gaya dada harus
dilakukan dengan teliti agar gerakan kontra atau tahanan air dapat diperkecil.
Bentuk-bentuk
latihan koordinasi gerakan:
a. Latihan
Satu Gerakan
Yaitu
latihan membiasakan dan merasakan irama dan pola gerak tubuh. Latihan satu
gerakan tangan dilanjutkan dengan satu gerakan kaki. Lakukan latihan hingga
mampu mencapai 10 - 15 meter dengan irama koordinasi yang baik.
b. Dua
gerakan tangan dengan satu gerakan kaki
Latihan ini
dilakukan dengan intensif di dalam kolam sampai mampu berenang sejauh 15 meter
dengan irama dan koordinasi yang baik.
2.
Gaya Bebas
Gaya bebas
adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke
permukaan air. Kedua belah lengan secara bergantian digerakkan
jauh ke depan dengan gerakan mengayuh, sementara kedua belah kaki
secara bergantian "dicambukkan" naik turun ke atas dan ke bawah.
Sewaktu berenang gaya bebas, posisi wajah menghadap ke permukaan air.
Pernapasan dilakukan saat lengan digerakkan keluar dari air, saat tubuh menjadi
miring dan kepala berpaling ke samping. Sewaktu mengambil napas, perenang bisa
memilih untuk menoleh ke kiri atau ke kanan. Dibandingkan gaya berenang
lainnya, gaya bebas merupakan gaya berenang yang bisa membuat tubuh melaju
lebih cepat di air.
Teknik Dasar Renang Gaya Bebas
Teknik dasar
yang harus dikuasai dalam renang gaya bebas adalah sebagai berikut.
1. Posisi
tubuh di kolam
Posisi tubuh pada waktu renang gaya bebas harus rata-rata air (streamline)
mulai dari kaki hingga kepala.
2. Latihan
meluncur
Cara melakukannya sebagai berikut.
a. Berdiri
di pinggir kolam dan salah satu kaki menempel pada dinding kolam.
b. Badan
dibungkukkan ke depan sejajar dengan permukaan air dan kedua lengan diluruskan.
c. Tolakan
kaki yang menempel pada dinding kolam sekuat-kuatnya dan pertahankan agar badan
tetap lurus.
d.
Pertahankan posisi kaki dan tangan tetap lurus sejajar dengan permukaan air
sampai berhenti. Usahakan jangan mengambil napas selama dalam keadaan meluncur.
e. Lakukan
berulang-ulang sampai memiliki kecepatan dan jauh ke depan.
3. Gerakan
kaki
Cara melakukannya sebagai berikut.
a. Latihan
gerakan kaki dapat dilakukan secara bersama-sama pada waktu latihan meluncur.
b. Atau
dengan cara berdiri menghadap dinding kolam, kedua tangan berpegangan pada
dinding kolam.
c. Kedua
kaki diluruskan ke belakang dengan posisi badan telungkup.
d. Kaki
digerakkan ke atas dan ke bawah secara bergantian dalam keadaan lemas (rileks).
e. Gerakan
kaki dimulai dari pangkal paha.
4. Gerakan tangan
a. Latihan di tempat
Cara melakukannya sebagai berikut.
1) Berdiri dengan badan dibungkukkan dan kedua tangan lurus.
2) Kemudian tangan kanan ditarik ke bawah sambil menekan air sampai berada di
bawah badan.
3) Pada waktu tangan sampai di bawah badan, siku cepat dibengkokkan dan tangan
diangkat.
4) Lakukan secara bergantian antara tangan kanan dan kiri.
5) Lakukan secara berulang-ulang.
b. Latihan sambil meluncur
Cara melakukannya sebagai berikut.
1) Kedua tangan dilemparkan ke depan secara bergantian kemudian tangan
mendayung.
2) Pada waktu tangan mendayung, tubuh sedikit miring.
3) Agar tubuh dapat melaju lurus ke depan, tangan masuk ke kolam pada satu
detik.
5. Pernapasan
Mengambil napas renang gaya bebas dilakukan dengan cara berikut.
a. Mengambil napas dengan memiringkan kepala hingga mulut di atas permukaan
air, kemudian muka kembali menghadap ke dalam air untuk mengembuskan napas.
b. Mengambil napas hanya boleh memiringkan kepala ke satu arah, yaitu ke kanan
atau kiri saja.
c. Gerakan mengambil napas dilakukan bersamaan tangan mendayung.
6. Koordinasi gerakan kaki dan lengan
Cara melakukannya sebagai berikut.
a. Meluncur di kolam renang.
b. Gerakkan kedua kaki ke atas dan ke bawah bergantian dengan pusat gerakan di
pangkal paha.
c. Tarik lengan kanan ke bawah dada dengan siku ditekuk, kemudian melanjutkan
dengan mendorong lengan kanan ke belakang sampai lurus. Telapak tangan
menghadap ke belakang di samping paha.
d. Tarik lengan kanan ke atas dengan siku ditekuk, kemudian masukkan telapak
tangan ke depan sampai lurus.
e. Tarik lengan kiri ke bawah seperti gerakan lengan kanan.
f. Gerakan lengan kanan dan kiri secara bergantian.
7. Koordinasi gerakan lengan dan pernapasan
Latihan koordinasi gerakan lengan dan mengambil napas dilakukan dengan cara
berikut.
a. Posisi awal dengan meluncur disusul gerakan tangan.
b. Gerakan lengan dilemparkan ke depan secara bergantian.
c. Pada waktu mendayung, kepala dimiringkan ke satu arah untuk mengambil napas,
kemudian muka kembali menghadap ke dalam air untuk mengembuskan udara.
d. Gerakan ini dilakukan secara terus-menerus.
8. Koordinasi teknik dasar renang gaya bebas
Latihan koordinasi teknik dasar renang gaya bebas sebagai berikut.
a. Posisi awal dengan meluncur.
b. Melakukan gerakan kaki dengan dipukulkan naik-turun secara bergantian.
c. Gerakan lengan dilempar ke depan secara bergantian.
d. Pada waktu lengan mendayung, kepala dimiringkan ke satu arah untuk
mengambil napas, kemudian muka kembali menghadap ke dalam air